Termangu di lesehan Nestapa
Dengungkan untaian diksi sarat makna
Ikat jiwa pasung raga…
Dibelenggu bui kegelisahan
Kesenduan temani hati yang rekah
Aku berinjak di tepi titian kematian
Menanti algojo penembak sadis
Tuk sembelih nadiku dengan tawa nan bengis
Siasati raga dengan modus peduli tak berhati
Jiwa rancu akan segelintir pikiran
Sukses lancarkan Genosida tak berbudi
Kacau…
Hantui nalar di tengah percikan panas gencatan senjata
Tidakkah ini kan berhenti….???
Termangu di jeruji belenggu
Memikirkan harmoni nada yang abadi tanpa akhir
Yang telah usik sendi-sendi rukunnya kewarasan
Luka-luka tak termusikkan musisi
Bisu bak hati yang membeku di kutub
Namun sayatannya masih terkoyak jelas
Tercabik dengan rautan yang masih terang membekas
Buah tipu muslihat dalam rangkaian tipuan balas
Ingin kupekikkan pada semesta
Surati rahasia pada kilaunya singgasana nirwana
Sayang……..
Aku terlantar di lubuk nestapa
Dengan kebenaran tak lagi bermakna
Jebak diriku di Goa dalam tak berguna