JURANG KEROBOHAN

18 Mei 2024 Farhan Jihadi Hanifa

Termangu di lesehan Nestapa

Dengungkan untaian diksi sarat makna

Ikat jiwa pasung raga…

Dibelenggu bui kegelisahan

Kesenduan temani hati yang rekah

Aku berinjak di tepi titian kematian

Menanti algojo penembak sadis

Tuk sembelih nadiku dengan tawa nan bengis

Siasati raga dengan modus peduli tak berhati

Jiwa rancu akan segelintir pikiran

Sukses lancarkan Genosida tak berbudi

Kacau…

Hantui nalar di tengah percikan panas gencatan senjata

Tidakkah ini kan berhenti….???

Termangu di jeruji belenggu

Memikirkan harmoni nada yang abadi tanpa akhir

Yang telah usik sendi-sendi rukunnya kewarasan

Luka-luka tak termusikkan musisi

Bisu bak hati yang membeku di kutub

Namun sayatannya masih terkoyak jelas

Tercabik dengan rautan yang masih terang membekas

Buah tipu muslihat dalam rangkaian tipuan balas

Ingin kupekikkan pada semesta

Surati rahasia pada kilaunya singgasana nirwana

Sayang……..

Aku terlantar di lubuk nestapa

Dengan kebenaran tak lagi bermakna

Jebak diriku di Goa dalam tak berguna

 


Puisi Populer