Letih badan, menangis sukma Lemah lunglai sendi anggota Haus lapar tidak tertahan Rasakan hilang nyawa di badan.
Telinga pekak, pemandangan kabur, Kepala pusing, darah berdebur Jasmani berhajat pengisi dada
Rohani berkehendak makanan nyawa.
Jauh di sana, pihak daksina
Di seberang lautan di tanah dewa Hidangan terhampar di talam kaca Lezat rasa, harum baunya.
Di atas udara di tempat tinggi Kelihatan wajah seorang bidadari
Tangannya memegang sebuah kendi Berisi air putih yang bersih.
Hidangan di talam memikat mata Air di kendi menarik hati Kuulurkan tangan hendak kuraba Kulangkahkan kaki ‘kan kuturuti. Tapi, Oo Allah badanku lemah, Kekuatan tak cukup penyampaikan niat, Pandangku sempit, kaki terikat,
Hendak dikerasi takut ‘kan patah. Jika makanan tidak di mata, Tidaklah beta akan kecewa Tampak ada tercapai tiada Meracun hati menuba nyawa.
Oo ayah, serta bunda
Kakak kandungku, saudara beta Tolong anakanda, tunjuki adinda Menghilangkan lapar melepas dahaga.