1.667 KPM Di Nagari Sinuruik Terima Bantuan Pangan, 50 Ton Beras Mulai Disalurkan

Last Update 28 Agustus 2026 admin Gerak Desa


GerakDesa_Bantuan Pangan (BanPang) periode Juli–September 2026 telah mulai disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat Se Nagari Sinuruik. Penyaluran bantuan pangan ini dimulai pada Kamis, 27 Agustus 2026, melalui Tim Salur Bantuan Pangan Nagari Sinuruik.

Penyaluran kali ini menyasar sebanyak 1.667 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di seluruh wilayah Nagari Sinuruik. Secara keseluruhan, bantuan beras yang disiapkan mencapai 50.031 kilogram atau sekitar 50 ton beras. Dari data ini dapat dilihat bahwa 68% dari total KK se Nagari Sinuruik telah terakomodir Bantuan. Dimana sisanya 32% merupakan, data warga yang sedang proses dalam data bansos, efek perubahan desil, ekonomi mampu, pns, asn p3k, tni, polri dll.

Ada hal yang berbeda dalam penyaluran BanPang periode kali ini. Jika pada penyaluran sebelumnya KPM menerima paket bantuan berupa beras dan minyak goreng, kali ini bantuan yang disalurkan hanya berupa beras.

Sesuai alokasi bantuan, setiap KPM mendapatkan bantuan pangan dengan total 30 kilogram beras untuk periode tiga bulan. Sementara minyak goreng yang biasanya menjadi bagian dari paket bantuan, pada penyaluran kali ini tidak disertakan.

Wali Nagari Sinuruik, Frianton, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam memastikan proses penyaluran bantuan berjalan dengan baik.

“Terima kasih kepada Kementerian Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Pasaman Barat, Pendamping Bansos, TKSK Talamau, petugas salur, kepala jorong dan seluruh stakeholder yang telah berupaya demi kelancaran penyaluran Bantuan Pangan ini,” ujar Frianton.

Menurutnya, penyaluran bantuan pangan bukan hanya persoalan distribusi bantuan, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam memastikan masyarakat yang membutuhkan mendapatkan perhatian dan perlindungan sosial.


Frianton juga menegaskan bahwa Pemerintah Nagari Sinuruik akan terus melakukan upaya perbaikan data masyarakat penerima bantuan. Hal tersebut penting agar warga yang secara kondisi sosial dan ekonomi memang layak mendapatkan bantuan tidak terlewatkan dalam pendataan.

“Kita tentunya akan terus berupaya. Jika masih ada warga masyarakat Nagari Sinuruik yang belum terdata sehingga belum mendapat kesempatan memperoleh bansos ini, akan kita upayakan untuk diperbaiki dan diusulkan melalui petugas Siks Ng,” katanya.

Hal yang sama juga berlaku bagi masyarakat yang mengalami perubahan desil kesejahteraan dalam pemutakhiran data sosial ekonomi. Pemerintah Nagari akan terus mendorong adanya perbaikan data apabila terdapat kondisi masyarakat yang sudah berubah dan membutuhkan penyesuaian.

“Begitu juga halnya dengan warga kita yang akhir-akhir ini mengalami perubahan desil. Ayo kembali kita perbaiki dan terus kita usulkan perbaikan desilnya,” lanjutnya.

Ia berharap proses pemutakhiran dan perbaikan data tersebut dapat semakin memperkuat ketepatan sasaran program bantuan sosial di Nagari Sinuruik. Dengan data yang semakin akurat, masyarakat yang memang secara kepantasan dan kondisi ekonomi layak mendapatkan bantuan diharapkan dapat terakomodir pada penyaluran berikutnya.

“Semoga nantinya warga masyarakat kita yang belum terdata atau datanya bermasalah ini dimana secara kepantasan sudah layak mendapatkan BanPang, Besar harapan kita bisa terakomodir dalam penyaluran BanPang berikutnya,” harap Frianton.

Dengan jumlah penerima mencapai 1.667 KPM dan total bantuan lebih dari 50 ton beras, penyaluran BanPang periode Juli–September ini menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Pemerintah Nagari Sinuruik mengajak masyarakat untuk bersama-sama memastikan data sosial ekonomi tetap akurat dan diperbarui sesuai kondisi terkini. Sebab, ketepatan data menjadi salah satu kunci agar program perlindungan sosial benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.(DS)