
GerakOlahraga_Lapangan Torpedo FC Batang Biyu,
Nagari Lingkung Aua Koto Dalam, Kecamatan Pasaman, Sabtu (15/8/2026), menjadi
saksi aksi seru para legenda sepak bola dalam turnamen Trofeo yang mempertemukan tiga tim, yakni Sinuruik Legend, Porsas Old, dan tuan rumah Torpedo FC.
Meski dihuni para pemain yang tak
lagi muda, semangat dan kualitas permainan tetap terasa membara. Sejak laga
pertama, pertandingan berlangsung sengit, namun tetap dalam suasana
persahabatan dan sportivitas.
Pada pertandingan pertama, Sinuruik Legend berhadapan dengan Porsas Old.
Sinuruik Legend tampil solid dan berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0. Hasil tersebut menjadi modal
penting bagi Sinuruik Legend untuk menghadapi laga berikutnya.
Pertandingan kedua mempertemukan Porsas Old dengan tuan rumah Torpedo FC.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Torpedo FC mampu tampil maksimal dan
berhasil mengamankan kemenangan atas Porsas Old.
Laga terakhir pun menjadi pertandingan penentuan. Sinuruik Legend harus berhadapan dengan tuan rumah Torpedo FC dalam pertandingan yang sekaligus menentukan siapa yang berhak keluar sebagai juara Trofeo.

Pertandingan berlangsung menarik.
Sinuruik Legend tampil disiplin, kompak, dan mampu mengontrol jalannya
permainan. Dua gol berhasil bersarang ke gawang Torpedo FC hingga peluit
panjang berbunyi. Sinuruik Legend
menang 2-0 dan secara otomatis keluar sebagai juara Trofeo di lapangan Torpedo FC Batang Biyu ini.
Penampilan apik tersebut mendapat
apresiasi dari salah seorang pemain Sinuruik Legend, Frianton, yang menilai seluruh pemain mampu menunjukkan permainan
terbaiknya.
“Game yang luar biasa. Tim Sinuruik Legend bermain kompak
dan minim melakukan kesalahan. Hal ini dapat kita lihat, kiper kita clean sheet
dalam game sore ini,” ujar Frianton, yang juga merupakan Wali Nagari Sinuruik.
Kemenangan Sinuruik Legend semakin
lengkap dengan penampilan impresif Zoni.
Pemain tersebut menjadi aktor penting di lini depan setelah memborong dua gol pada pertandingan terakhir
sekaligus menempatkan namanya sebagai top
scorer pada Trofeo sore itu.
Tak hanya soal kemenangan, turnamen
ini juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarpemain dan pencinta
sepak bola. Hal tersebut disampaikan Mr.
Yos, manager Sinuruik Legend.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima
kasih kepada seluruh panitia dan keluarga besar Torpedo FC yang telah menggelar turnamen tersebut.
“Terima kasih kepada kawan-kawan
panitia dari Torpedo FC. Semoga ini menjadi ajang silaturahmi antar kita,
sesama penghobi si kulit bundar ini,” ungkap Mr. Yos.
Manager Sinuruik Legend tersebut
memang bukan nama baru dalam dunia sepak bola Sumatera Barat. Dimana semasa mudanya,
Mr. Yos dikenal telah melanglang buana sebagai pemain di berbagai daerah di Sumatera
Barat.
Trofeo Torpedo FC Batang Biyu
bukan sekadar pertandingan untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, turnamen ini
menjadi ruang untuk kembali mempertemukan para pemain lintas generasi, menjaga
kebugaran, merawat persahabatan, sekaligus menghidupkan semangat sepak bola di
tengah masyarakat.
Dan sore itu, Sinuruik Legend menjadi yang terbaik. Dua pertandingan, dua kemenangan, tanpa kebobolan. Sebuah penampilan yang menunjukkan bahwa usia boleh bertambah, tetapi semangat, persahabatan, semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap sepak bola tidak pernah mengenal usia.(DS)