
GerakLiterasi_Duta Baca Indonesia 2026, Gol A Gong, memberikan suntikan motivasi dan
inspirasi kepada siswa SMA Negeri 1 Pasaman melalui kegiatan Safari Literasi
yang digelar di Mushalla Darul Ulum SMAN 1 Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat
pada Sabtu 10 Oktober 2026 pukul 15.00 WIB. Dalam kesempatan tersebut, ia
mengajak para siswa untuk membangun budaya membaca, menulis, serta memanfaatkan
teknologi digital secara positif untuk mengembangkan potensi diri.
Meski usianya tidak lagi
muda, Gol A Gong tetap tampil penuh energi dalam rangkaian Safari Literasi yang
dilaksanakannya di Pulau Sumatera sejak September hingga November 2026. Setelah
sebelumnya mengisi Seminar Literasi bertajuk “1000 Guru Hebat Sejuta Murid
Literat” di Balerong Pusako Anak Nagari, ia melanjutkan perjalanan menuju SMAN
1 Pasaman didampingi Ketua Forum Pegiat Literasi (FPL) Pasaman Barat, Denni
Meilizon.
Kedatangan Gol A Gong
disambut langsung oleh Kepala SMAN 1 Pasaman, Suhelpi, S.Pd., M.Pd., di ruang
kerjanya. Setelah kegiatan Wirid Remaja selesai, pihak sekolah memberikan
kesempatan kepada Gol A Gong untuk berbagi pengalaman dan gagasan kepada para
siswa.
Dalam sambutannya, Kepala SMAN 1 Pasaman menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gol A Gong yang telah meluangkan waktu untuk berbagi inspirasi dengan para siswa. Menurutnya, pengalaman hidup dan karya Gol A Gong menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi.

Sebelum sesi utama
dimulai, Ketua FPL Pasaman Barat, Denni Meilizon, memperkenalkan perjalanan
hidup Gol A Gong kepada para siswa. Ia menyampaikan bahwa
Gol A Gong merupakan
sosok inspiratif yang mampu bangkit dari keterbatasan setelah mengalami
kecelakaan saat kecil yang menyebabkan kehilangan salah satu tangannya.
Peristiwa tersebut tidak
menghentikan langkahnya. Gol A Gong berhasil menjadi atlet bulu tangkis
berprestasi, meraih medali emas dalam ajang olahraga paralimpik di Jepang,
menulis lebih dari 200 judul buku, berkiprah sebagai jurnalis, serta dipercaya
menjadi Duta Baca Indonesia.
Saat tampil di hadapan siswa, Gol A Gong menghadirkan suasana yang santai dan penuh humor. Gaya komunikasinya yang ringan membuat para siswa tetap antusias mengikuti materi meskipun kegiatan berlangsung menjelang waktu pulang sekolah.
Salah satu pesan utama
yang disampaikan Gol A Gong adalah pentingnya mengubah cara pandang terhadap
teknologi digital. Menurutnya, penggunaan telepon pintar atau smartphone tidak
selalu memberikan dampak negatif selama diarahkan dan digunakan secara bijak.
“Jangan pernah mengakui
literasi siswa Indonesia rendah sebagaimana yang sering dipublikasikan media.
Buktikan bahwa kalian adalah generasi yang suka membaca,” ujar Gol A Gong di
hadapan para siswa.
Ia menjelaskan bahwa
literasi saat ini memiliki cakupan yang luas, tidak hanya berkaitan dengan
kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup literasi digital. Literasi
digital merupakan kemampuan menggunakan teknologi, perangkat komunikasi, dan
jaringan sosial secara bijak, aman, serta produktif.
Gol A Gong memberikan
contoh dari pengalaman keluarganya. Ia menceritakan bagaimana anaknya yang
memiliki ketertarikan terhadap film aksi Mandarin kemudian belajar bahasa
Mandarin secara mandiri melalui platform digital seperti YouTube. Ketekunan
tersebut membawanya memperoleh kesempatan kuliah di Cina hingga berkarier di
negara tersebut.
Ia juga menceritakan anak lainnya yang tertarik mengikuti kanal berita internasional Al Jazeera. Dari ketertarikan tersebut, sang anak belajar bahasa Arab secara mandiri melalui aplikasi digital hingga akhirnya diterima kuliah di Uni Emirat Arab dan bekerja di Abu Dhabi.

Menurut Gol A Gong,
pendekatan pendidikan bagi generasi Z dan generasi Alpha harus menyesuaikan
perkembangan zaman. Orang tua dan guru tidak cukup hanya melarang penggunaan
teknologi, tetapi perlu membimbing, mendampingi, dan mengarahkan agar teknologi
menjadi sarana belajar serta pengembangan diri.
“Anak-anak harus
diarahkan agar mampu menggunakan teknologi untuk masa depan mereka. Jangan
memusuhi teknologi, tetapi jadikan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan
kemampuan,” pesannya.
Dalam kesempatan
tersebut, Gol A Gong juga menyampaikan pesan tentang pentingnya membangun
mental yang kuat dan menghargai setiap manusia dengan segala kelebihan dan
kekurangannya. Ia mengingatkan para siswa bahwa keterbatasan fisik maupun
kondisi tertentu tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bermimpi.
“Kamu bisa saja punya
kekurangan. Tetapi kamu tidak boleh kehilangan semangat dan cita-cita,” pesan
Gol A Gong kepada para siswa.
Ia juga mengajak para
siswa untuk tidak pernah merendahkan atau membully orang lain karena kekurangan
yang dimiliki. Menurutnya, setiap orang memiliki potensi besar untuk berkembang
apabila diberikan kesempatan dan dukungan.
“Jangan pernah
menertawakan atau membully kekurangan orang lain, karena suatu saat kamu akan
malu sendiri ketika melihat orang yang pernah kamu bully justru menjadi lebih
sukses daripada dirimu,” ujarnya.
Pesan tersebut
disampaikan Gol A Gong sebagai refleksi dari pengalaman hidupnya sendiri. Ia
membuktikan bahwa keterbatasan yang pernah dialaminya tidak menghalangi dirinya
untuk berkarya, meraih prestasi, dan memberikan manfaat bagi banyak orang.
SMAN 1 Pasaman Borong 35
Eksemplar Buku Karya Gol A Gong
Selain memberikan
motivasi, kunjungan Gol A Gong juga menjadi momentum penguatan budaya membaca
di lingkungan sekolah. Kepala SMAN 1 Pasaman membeli sebanyak 35 eksemplar buku
berjudul “Raket, Pena, dan Petualangan” karya Gol A Gong untuk menambah koleksi
Perpustakaan SMAN 1 Pasaman.
Buku tersebut
menceritakan perjalanan panjang kehidupan Gol A Gong, mulai dari masa kecilnya,
perjuangan menghadapi kecelakaan yang mengubah kehidupannya, perjalanan sebagai
atlet, hingga kiprahnya sebagai penulis dan pegiat literasi nasional.
Melalui buku tersebut,
para siswa diharapkan dapat mengenal lebih dekat sosok Gol A Gong dan mengambil
nilai perjuangan, ketekunan, serta semangat pantang menyerah dalam meraih
cita-cita.
Kegiatan Safari Literasi
ini ditutup dengan harapan agar siswa SMAN 1 Pasaman semakin termotivasi untuk
membaca, menulis, berkarya, dan memanfaatkan perkembangan teknologi digital
sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas diri.
Kehadiran Gol A Gong menjadi pengingat bahwa literasi bukan sekadar aktivitas membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami informasi, menciptakan karya, dan menggunakan pengetahuan untuk menghadapi tantangan masa depan.(DS)