PMI Pasaman Barat Luncurkan Kembali SIBAT Di Sasak, 100 Pohon Kelapa Genjah Ditanam Untuk Lingkungan Dan Ketangguhan Masyarakat

11 Hours Ago admin Gerak Sosial


GerakSosial_Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasaman Barat melaksanakan peluncuran kembali Kelompok Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) di Jorong Rantau Panjang, Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini ditandai dengan penanaman dan penyerahan 100 batang bibit kelapa genjah sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat kerelawanan, gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Melalui SIBAT, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pihak yang terdampak ketika bencana terjadi, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam mengenali risiko, melakukan pencegahan, meningkatkan kesiapsiagaan, serta membantu proses penanganan dan pemulihan pascabencana.

Hadir dalam kegiatan tersebut Natran Hanri, S.Hut., selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat yang mewakili Bupati Pasaman Barat, Sukarman mewakili pengurus PMI Kabupaten Pasaman Barat, Rangga mewakili masyarakat Sasak, khususnya Jorong Rantau Panjang, serta perwakilan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat.

SIBAT, Garda Terdepan Kesiapsiagaan Berbasis Masyarakat

Dalam sambutannya, Sukarman yang mewakili pengurus PMI Kabupaten Pasaman Barat menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana harus dimulai dari masyarakat sebagai pihak yang pertama kali merasakan dampak ketika bencana terjadi.

“Ketika bencana terjadi, masyarakat yang berada di lokasi adalah pihak yang pertama kali merasakan dampaknya. Karena itu, masyarakat juga harus memiliki pengetahuan, keterampilan, kepedulian, dan kemampuan untuk melakukan tindakan awal sebelum bantuan dari luar datang,” ujar Sukarman.

Menurutnya, keberadaan SIBAT merupakan langkah nyata untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat dari tingkat paling bawah, yakni keluarga dan lingkungan tempat tinggal. Masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk mengenali potensi ancaman di wilayahnya, memahami langkah-langkah penyelamatan diri, membantu kelompok rentan, serta membangun koordinasi dengan pemerintah dan unsur terkait ketika menghadapi situasi darurat.

SIBAT juga diharapkan tidak hanya aktif saat bencana terjadi. Kelompok ini perlu hadir sejak sebelum bencana melalui edukasi kebencanaan, kegiatan pencegahan, pemeliharaan lingkungan, simulasi kesiapsiagaan, dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dengan demikian, peluncuran kembali SIBAT di Jorong Rantau Panjang diharapkan menjadi titik awal penguatan kapasitas masyarakat agar semakin tangguh, mandiri, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.

Pemda Pasaman Barat Dorong Masyarakat Tangguh dan Peduli Lingkungan

Natran Hanri, S.Hut., selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat yang hadir mewakili Bupati Pasaman Barat, menyampaikan harapan agar SIBAT dapat menjadi wadah yang mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana dan membangun ketahanan lingkungan.

“Melalui SIBAT, kita ingin membangun masyarakat yang tidak hanya menunggu bantuan ketika bencana terjadi, tetapi mampu mengenali risiko, melakukan pencegahan, meningkatkan kesiapsiagaan, membantu sesama, dan bersama-sama melakukan pemulihan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan penanaman pohon kelapa genjah memiliki makna penting bagi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat. Menurutnya, menanam pohon bukan sekadar menanam bibit, melainkan bentuk kepedulian dan investasi untuk generasi yang akan datang.

“Menanam pohon bukan hanya menanam bibit, tetapi kita sedang menanam harapan, kepedulian terhadap lingkungan, dan investasi untuk generasi yang akan datang,” ujarnya.

Ia berharap 100 batang bibit kelapa genjah yang ditanam dan diserahkan dalam kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai simbol seremonial. Bibit-bibit tersebut perlu dirawat, dipelihara, dan dikembangkan agar kelak memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.

Penanaman pohon ini juga menjadi pengingat bahwa upaya membangun ketangguhan masyarakat harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Partisipasi masyarakat dalam menjaga alam, mengelola lingkungan secara bijak, dan meningkatkan kesadaran terhadap potensi ancaman di sekitarnya merupakan bagian penting dari upaya pengurangan risiko bencana.

PMI percaya bahwa masyarakat yang tangguh adalah masyarakat yang saling peduli dan bersedia bergerak bersama. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan menjadikan SIBAT sebagai ruang kolaborasi untuk memperkuat gotong royong, meningkatkan pengetahuan kebencanaan, menjaga lingkungan, melindungi kelompok rentan, serta membangun koordinasi dengan pemerintah dan berbagai pihak terkait.

Rangga, Tokoh Masyarakat Rantau Panjang

Mewakili masyarakat Sasak, khususnya warga Jorong Rantau Panjang, Rangga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat serta PMI Kabupaten Pasaman Barat atas perhatian dan dukungan yang diberikan melalui peluncuran kembali SIBAT dan penyerahan 100 batang bibit kelapa genjah.

Ia berharap kehadiran pemerintah daerah bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dalam kegiatan tersebut menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan dan pengembangan kampung mereka.

“Semoga kehadiran Pemda Pasaman Barat dalam launching SIBAT kali ini menjadi semangat bagi masyarakat kita yang ada di sini. Hari ini, PMI Pasaman Barat menyerahkan 100 batang bibit kelapa genjah. Insyaallah, dengan hadirnya kepala-kepala OPD, tentunya ini akan menjadi pembuka untuk program-program bantuan lain ke kampung kita tercinta ini. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT,” ujar Rangga.

Rangga merupakan salah seorang anak muda yang menjadi alumni program pertama kerja sama PMI dan ICRC Canada sekitar 15 tahun yang lalu. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan keterlibatannya dalam kegiatan kemanusiaan dan pengembangan masyarakat.

Ia berharap momentum peluncuran kembali SIBAT ini dapat memperkuat hubungan antara masyarakat, PMI, dan pemerintah daerah, sekaligus membuka peluang bagi hadirnya program-program pemberdayaan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi warga Jorong Rantau Panjang.

Menurutnya, perhatian dan kehadiran berbagai pihak merupakan dorongan moral bagi masyarakat untuk terus berbenah dan membangun kampung secara bersama-sama. Dukungan tersebut juga perlu diimbangi dengan partisipasi aktif warga, semangat gotong royong, serta komitmen untuk menjaga dan mengembangkan setiap program yang telah diberikan.

Penyerahan 100 batang bibit kelapa genjah diharapkan menjadi langkah awal yang dapat dikembangkan lebih lanjut, baik sebagai gerakan penghijauan maupun sebagai potensi pemberdayaan masyarakat dalam jangka panjang.

Taruna Tani SIBAT Diharapkan Menjadi Penggerak di Tengah Masyarakat

Dalam kegiatan ini, PMI Kabupaten Pasaman Barat juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Kelompok Taruna Tani SIBAT Jorong Rantau Panjang atas komitmen dan keterlibatan mereka dalam mendukung kegiatan kemanusiaan, kesiapsiagaan bencana, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Keberadaan kelompok ini diharapkan mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat, membangun kesadaran bersama tentang pentingnya kesiapsiagaan, serta mendorong keterlibatan warga dalam kegiatan sosial dan lingkungan.

Anggota SIBAT diharapkan tidak hanya hadir ketika bencana terjadi, tetapi juga mengambil peran sejak sebelum bencana melalui edukasi, pencegahan, kesiapsiagaan, dan penguatan jejaring kemasyarakatan.

Kolaborasi antara PMI, pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, dan masyarakat menjadi unsur penting dalam mewujudkan lingkungan yang lebih aman dan masyarakat yang lebih tangguh. Melalui kerja sama tersebut, berbagai potensi dan sumber daya lokal dapat digerakkan untuk mendukung kesiapsiagaan, penanganan darurat, serta pemulihan kehidupan masyarakat apabila bencana terjadi.

Bergerak Bersama untuk Kemanusiaan dan Lingkungan

Peluncuran kembali SIBAT dan penanaman 100 batang bibit kelapa genjah di Jorong Rantau Panjang bukan sekadar agenda kegiatan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang peduli, siap menghadapi bencana, dan mampu menjaga lingkungan.

Dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat, PMI, berbagai OPD, serta partisipasi masyarakat diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Ke depan, semangat yang tumbuh melalui kegiatan ini diharapkan dapat diwujudkan dalam tindakan nyata, mulai dari merawat bibit pohon yang telah ditanam, meningkatkan pengetahuan kebencanaan, memperkuat gotong royong, hingga membangun koordinasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan masyarakat.

Sebab, masyarakat yang tangguh tidak hanya dibangun ketika bencana datang, tetapi melalui kepedulian, kesiapsiagaan, pelestarian lingkungan, dan kemauan untuk bergerak bersama sejak hari ini.(Adm)