
Karisma Event Nusantara (KEN) merupakan salah satu strategi kolaborasi Kemenparekraf RI bersama daerah melalui penyelenggaraan event berkualitas yang bertujuan untuk mempromosikan destinasi pariwisata dan ekonomi kreatif, meningkatkan kunjungan wisatawan, pemberdayaan potensi lokal, serta memberikan dampak positif terhadap ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Setiap Kabupaten kota yang mengikuti KEN ini akan mengikuti rangkaian kegiatan hingga event yang diusulkan diterima dan didanai oleh kemntrian pariwisata dan ekonomi kreatif. tidak semua event yang diusulkan diterima oleh pihak kemenparekraf RI, namun setiap event akan melalui proses kurator ditingkat Propinsi.
Pada tanggal 3-4 September lalu bersama 11 Kabupaten/kota lainnya se Sumatera Barat telah dilaksnakan kurasi KEN ini oleh Dinas Pariwisata Propinsi Sumatera Barat. Dalam kurasi KEN kali ini Dinas Pariwisata Kabupaten Pasaman Barat mengusulkan Festival Batang Sinuruik atau yang lebih sering disebut dengan FBS. Bersama Sissca dari sawahlunto, Festival Botuang dari kota Payakumbuh, Festival Rakik-rakik dari Agam, Pesona MinangKabau dari Tanah Datar dan beberapa festival lainnya dikurasi oleh Kurator dari KEN.

Dalam acara kurasi ini, Prof. Indrayuda Guru Besar Universitas Negeri Padang bersama dua kurator lainnya menyampaikan kalau KEN tidak hanya fokus pada tampilan festivalnya saja. namun beberapa hal detail juga menjadi perhatian pada setiap event yang dikurasi, seperti Keamanan, Tim Medis atau kesehatan bahkan sampai ruang laktasi pun tak luput dari perhatian.
Bapak Afrizal selaku kadis pariwisata Pasaman Barat yang hadir langsung di hotel Ocean padang, menyatakan "kita yakin festival batang sinuruik yang diutus mewakili Pasaman Barat memiliki nilai berbeda dari festival-festival lainnya di Sumatera Barat. ujar pak kadis ini diiringi senyum khasnya. Menurut beliau, kedepan FBS ini harus kita UP lagi. Karena kita tertarik dengan festival yang sebelumnya telah diprakarsai oleh Nagari Sinuruik ini baik dari segi konsep maupun jenis tampilan-tampilan karyanya yang fokus pada nilai-nilai tradisional minangkabau.

Dasril. B, S.Pd mewakili Wali Nagari Sinuruik yang juga dibawa langsung oleh Dinas Pariwisata dalam acara ini menyampaikan bahwa bukan hanya nilai-nilai tradisional saja yang ada pada Festival Batang Sinuruik tapi juga terkandung nilai-nilai sejarah dan arti pentingnya menjaga lingkungan. Batang Sinuruik bukanlah sekedar potongan lirik pada lagu ratok pasaman saja, bukan juga sebagai aliran sungai seperti sungai-sungai lainnya pada umumnya. Namun Batang Sinuruik adalah nadi kehidupan masyarakat sinuruik dimasalalu bahkan hingga saat ini. Air yang mengalir layaknya nafas kehidupan bagi ratusan hektar lahan sawah nan membentang. dengan bantuan belasan kincir air di sepanjang aliran batang sinuruik sampai hari ini masih berfungsi mengaliri sawah masyarakat. bagian ini akan terlihat pada logo FBS yang berupa kincir air. Kemudian belasan rumpun bambu disepanjang aliran sungai ini akan terlihat pada salah satu acara dalam FBS, yakni Bodia-bodia buluah yang dimainkan oleh anak-anak nagari. selanjutnya adalah tanaman pakis, yang bagi orang sinuruik sering menyebutnya dengan "paku". hal ini dapat terlihat dari "maghondang paku" yang dilakukan oleh para bundokanduang nagari. Dan banyak hal lain tentunya pada festival ini yang mengandung nilai-nilai disetiap pertunjukannya. Dimana tak kalah penting lagi pertunjukan ronggiang, dimana dimasa lalu ini dilakukan pada malam hari dimasa panen padi. pertnjukan yang di dominasi kaum pria ini dilakukan sebagai penawar letih setelah seharian bekerja di sawah.
Melengkapi penjelasan tentang FBS kepada kurator, Dasril juga menyampaikan "Melalui Festival Batang Sinuruik ini tersirat pesan untuk generasi muda sinuruik agar senantiasa mengingat kembali bagaimana manusia dan alam berdampingan di masa lalu. sampai hari ini alam tidak pernah berkenti memberi layaknya aliran batang sinuruik yang terus mengalir, kincir air yang terus berputar, diantara kehidupan yang terus berjalan. Sudah menjadi sebuah kewajiban tentunya bagi generasi Sinuruik untuk Menjaga alam, Lestarikan budaya. Banyak sekali nilai dan pembelajaran yang terkandung pada rangkaian gelaran festival ini dan mohon do'anya masyarakat pasaman barat khususnya masyarakat nagari sinuruik, semoga FBS lolos dalam kurasi KEN ini".ujar sekretaris nagari sinuruik ini menutup penjelasnnya.

Acara Kurasi KEN yang berlangsung selama dua hari ini akan berlanjut pada peninjauan berkas berupa proposal yang telah diserahkan melalui Dinas Pariwisata Propinsi Sumatera Barat. Femmi Syahfienti selaku kabid di Dinas Pariwisata kabupaten Pasaman Barat juga menyampaikan "setelah kurasi KEN ini, proposal FBS yang sudah kita serahkan akan dicek kembali oleh Dinas Pariwisata Propinsi. dan jika ada kekurangannya kita akan lengkapi. Besar harapan kita, semoga FBS yang kita usulkan mnjadi salah satu perwakilan event KEN dari Sumatera Barat ditahun 2025 nanti. ujar ibuk kabid ini dengan semangat.(DS)