Menuju Sinuruik Berdaya_Rancak Publik Dampingi Optimalisasi Perhutanan Sosial 2026

Last Update 20 Hours Ago dasrilsinuruik Gerak Desa


GerakDesa_Nagari Sinuruik kembali menunjukkan komitmennya dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam melalui penyelenggaraan Forum Group Discussion (FGD) tentang perhutanan sosial, Senin (20/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Hall Kantor Wali Nagari Sinuruik ini berjalan aktif, partisipatif, dan penuh semangat kolaborasi dari berbagai unsur masyarakat.

Sebagai nagari yang berada di ujung timur Kabupaten Pasaman Barat, Nagari Sinuruik memiliki luas wilayah sekitar 18.901 hektare dengan dominasi kawasan hutan. Kondisi ini menjadi peluang strategis dalam pengembangan program perhutanan sosial sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis kelestarian lingkungan.

Baca Juga : Nagari Sinuruik Wakili Pasaman Barat Dalam Program NCH Sumbar Tahun 2026

FGD yang diinisiasi oleh LSM Rancak Publik ini dihadiri oleh Camat Talamau Nur Fauziah Zei, S.Sos beserta jajaran, Ketua Bamus Nagari Sinuruik Anten Susanto, perangkat nagari, kepala jorong, serta unsur niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, pemuda, hingga perwakilan BUMNag.


Dalam sambutannya, Camat Talamau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa kolaborasi antara Pemerintah Nagari Sinuruik, Rancak Publik, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program perhutanan sosial.

“Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Nagari Sinuruik terus menunjukkan inovasi dalam mendorong kesejahteraan berbasis potensi lokal, salah satunya melalui kerja sama dengan NGO Rancak Publik,” ujarnya.

Diskusi yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam menghadirkan fasilitator Rozidateno Putri Hanida, S.IP., M.PA, akademisi dari Universitas Andalas. Dengan pendekatan komunikatif dan interaktif, ia mendorong peserta untuk aktif membahas kondisi nagari terutama yang berhubungan dengan perhutanan saat ini, tantangan yang dihadapi, serta peluang pengembangan perhutanan sosial ke depan.

Baca Juga : Ekonomi Karbon_Ketika Emisi Menjadi Nilai Dan Lingkungan Menjadi Investasi

Sekretaris Nagari Sinuruik, Dasril B., S.Pd, yang hadir mewakili Wali Nagari, menyampaikan apresiasi kepada Rancak Publik atas komitmennya memprioritaskan Sinuruik sebagai lokasi pendampingan selama delapan bulan ke depan. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan hutan ini.

“Mengelola dan memanfaatkan hutan tidak cukup hanya mengandalkan luas wilayah saja. Dibutuhkan pengetahuan tentang program-program kehutanan mulai dari kajian, penyusunan proposal hingga keberlanjutan program. Kehadiran pendamping menjadi sangat penting dalam rangka optimalisasi perhutanan sosial di nagari sinuruik, di tengah keterbatasan anggaran nagari akhir-akhir ini,” ungkapnya.


Ketua Bamus Nagari Sinuruik, Anten Susanto, menyoroti pentingnya pemerataan kelompok perhutanan sosial di seluruh wilayah nagari. Dari tujuh kejorongan yang ada, saat ini baru tiga yang memiliki kelompok perhutanan sosial.
“Kita akan mendorong kejorongan lain untuk membentuk kelompok serupa. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan bersama,” tegasnya.

Baca Juga : Belajar Dari "Filosofi Matahari" Yang Selalu Terbit: Harapan Yang Tak Pernah Padam

Suara kritis juga muncul dari kalangan pemuda. Rolan, salah satu peserta forum, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi hutan saat ini dan potensi kerusakan di masa depan.
“Kita tidak boleh cuek terhadap kondisi hutan. Banyak proyek yang dibungkus dengan dalih kesejahteraan, tetapi justru berdampak pada kerusakan lingkungan. Ke depan kita harus lebih hati-hati dan peduli. Semoga perhutanan sosial bisa menjadi kontrol terhadap potensi kerusakan hutan yang berkedok investasi,” ujarnya.


Direktur Rancak Publik Triwahyuni Oktanita, S.I.Pust. menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintahan Nagari Sinuruik atas sambutan hangatnya.

"Mewakili tim Rancak Publik, terimakasih kepada pemerintahan Nagari dan Masyarakat atas sambutannya. Harapan kami tentunya, Mohon kerjasama kita semua, semoga 8 bulan kedepan kita akan memperoleh hasil yang memuaskan terkait perhutanan sosial di Nagari Sinuruik sesuai dengan harapan kita pada pertemuan hari ini. ujarnya dengan semangat.

FGD ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya pengelolaan hutan secara berkelanjutan. Dengan dukungan berbagai pihak dan pendampingan intensif dari Rancak Publik selama delapan bulan ke depan, Nagari Sinuruik diharapkan mampu menjadikan perhutanan sosial sebagai salah satu pilar ekonomi yang berdaya saing bagi masyarakat saat ini, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.(DS)