
GerakLiterasi_Warna-warni Dunia literasi Pasaman Barat menorehkan tinta sejarah baru, tepatnya pada hari Selasa tanggal 18 Februari tahun 2025, ditandai dengan diresmikannya Gedung Pustaka Pasaman Barat oleh Wakil Bupati,
Risnawanto, SE. Acara peresmian ini turut dihadiri oleh Forkopimda, Pimpinan
DPRD Pasaman Barat, Sekretaris Daerah, Kapolres, Kejaksaan, serta berbagai
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Pasaman Barat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pasaman Barat
menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pembangunan gedung ini. Ia menekankan
bahwa kehadiran Gedung Pustaka ini diharapkan dapat memberikan dampak positif
terhadap peningkatan minat baca masyarakat. "Gedung ini bukan hanya tempat
untuk menyimpan buku, tetapi menjadi pusat pembelajaran dan peningkatan
kualitas sumber daya manusia Pasaman Barat," ujarnya.
Bapak Risnawanto juga memberikan penghargaan khusus kepada Kepala Dinas Perpustakaan beserta jajarannya atas dedikasi dan kerja keras dalam mewujudkan fasilitas ini. Ia berharap perpustakaan ini dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk menggali ilmu, meningkatkan kreativitas, serta membangun budaya literasi yang kuat di tengah masyarakat.

Gedung Pustaka Pasaman Barat yang megah ini dirancang untuk menjadi pusat pembelajaran yang inklusif, terbuka bagi semua kalangan, termasuk anak-anak, remaja, mahasiswa, tenaga pendidik, hingga penyandang disabilitas. Dengan fasilitas yang terus dikembangkan, perpustakaan ini diharapkan dapat menjadi ruang belajar yang nyaman, menyediakan akses ke sumber-sumber pengetahuan terbaru, serta mengadakan berbagai kegiatan edukatif seperti diskusi atau bedah buku, pelatihan keterampilan, seminar literasi digital, dan lokakarya kreatif.
Sebagai pusat pembelajaran masyarakat, Gedung Pustaka Pasaman Barat juga diharapkan akan menjadi ruang kolaborasi bagi komunitas dan organisasi lokal untuk mengembangkan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan literasi dan kesejahteraan sosial. Dengan konsep perpustakaan modern dan inklusif, diharapkan fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat membaca saja, tetapi juga pusat aktivitas yang mampu memberdayakan masyarakat Pasaman Barat dalam berbagai aspek kehidupan.(DS)