
Nagari Sinuruik, yang memiliki risiko bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, kini semakin siap menghadapi ancaman tersebut dengan pembentukan Satuan Siaga Bencana (SIBAT). SIBAT, yang dibentuk melalui Program Pengurangan Risiko Terpadu Berbasis Masyarakat (PERTAMA), bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai bencana yang mengancam wilayah tersebut.
Pemerintah Nagari Sinuruik menyadari bahwa sepenuhnya menghilangkan risiko bencana tidak mungkin dilakukan, mengingat kondisi geografis dan cuaca yang rentan. Namun, dengan meningkatkan kapasitas masyarakat, risiko bencana dapat diminimalisir secara signifikan. "Kami tidak dapat menghapus potensi bencana, tetapi yang bisa kami lakukan adalah memastikan masyarakat siap dan tanggap dalam menghadapi bencana tersebut," ungkap Frianton Wali Nagari Sinuruik.
Berbagai kegiatan menjadi fokus utama SIBAT di Nagari Sinuruik, antara lain:
Sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana
SIBAT berperan penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai langkah-langkah mitigasi bencana. Melalui sosialisasi ini, masyarakat diajarkan bagaimana mengurangi dampak bencana dan melindungi diri serta keluarga ketika bencana terjadi.
Kajian Risiko melalui Penilaian Kapasitas dan Kerentanan (VCA) serta Pemetaan Risiko
Kajian risiko dilakukan untuk menganalisis tingkat kerentanan dan kapasitas masyarakat terhadap bencana. Dengan pemetaan yang tepat, titik-titik rawan bencana dapat diidentifikasi, sehingga langkah-langkah pencegahan dan penanganan bisa lebih efektif.

Perencanaan Pengurangan Risiko Bencana (PRB)
Setelah kajian risiko dilakukan, SIBAT bersama masyarakat merancang rencana aksi yang bertujuan untuk meminimalkan dampak bencana. Perencanaan ini melibatkan strategi penguatan infrastruktur, sistem peringatan dini, serta langkah-langkah tanggap darurat yang sistematis.
Integrasi Rencana PRB ke dalam Rencana Pembangunan
Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah mengintegrasikan Rencana Pengurangan Risiko Bencana ke dalam rencana pembangunan Nagari Sinuruik. Setiap proyek pembangunan dipastikan memperhitungkan potensi risiko bencana, sehingga tercipta infrastruktur yang tahan bencana dan berkelanjutan.
Advokasi untuk Dukungan PRB
SIBAT juga berperan dalam melakukan advokasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan swasta seperti PMI kabupaten, BPBD, dan OPD lainnya untuk mendukung program pengurangan risiko bencana di Nagarin Sinuruik. Advokasi ini diharapkan dapat memperkuat alokasi anggaran dan kebijakan yang berpihak pada upaya mitigasi bencana.

Pembentukan SIBAT di Nagari Sinuruik bukan hanya langkah responsif terhadap ancaman bencana, tetapi juga merupakan upaya proaktif untuk melibatkan masyarakat dalam setiap tahap kesiapsiagaan. Dengan keterlibatan aktif warga, pemerintah berharap kapasitas lokal dalam menghadapi bencana akan meningkat, sehingga kerugian akibat bencana dapat diminimalisir.
Keberadaan SIBAT ini menjadi solusi efektif dalam menghadapi kondisi rawan bencana, mengingat risiko yang ada tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. Namun, dengan kapasitas masyarakat yang terus ditingkatkan, Nagari Sinuruik akan lebih siap dalam menghadapi tantangan bencana di masa depan.(DS)