Ketua DPRD Pasaman Barat Soroti Defisit Anggaran_Perlu Langkah Konkret Untuk Stabilitas Keuangan Daerah

Last Update 12 Februari 2025 dasrilsinuruik Gerak Ekonomi, Politik Dan Pemerintahan


GerakPemerintahan_Dirwansyah selaku Ketua DPRD Pasaman Barat, menegaskan bahwa persoalan realisasi APBD 2024 telah dibahas secara mendalam dalam rapat gabungan komisi bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Dalam forum tersebut, berbagai kendala dalam pelaksanaan anggaran diidentifikasi, terutama terkait dengan defisit anggaran yang menyebabkan tertundanya pencairan dana untuk sejumlah program dan kegiatan di berbagai OPD. Ia menyoroti pentingnya koordinasi yang lebih erat antara eksekutif dan legislatif dalam merancang strategi yang tepat agar penggunaan APBD lebih efektif dan tidak mengalami ketidakseimbangan keuangan.

Menurut Dirwansyah, kondisi defisit ini harus menjadi perhatian serius karena dapat berimbas langsung pada pelaksanaan program prioritas daerah. Jika tidak segera diatasi, berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pelayanan publik lainnya bisa terkena dampaknya. Oleh karena itu, ia mendorong TAPD untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sumber pendapatan daerah, sekaligus mengidentifikasi pos-pos anggaran yang masih bisa dioptimalkan agar tidak terjadi pembengkakan pengeluaran yang tidak terkendali.

Selain itu, Dirwansyah juga mengingatkan bahwa manajemen fiskal yang baik sangat diperlukan agar anggaran daerah tidak hanya mengandalkan transfer dari pemerintah pusat, tetapi juga dapat diperkuat melalui pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih maksimal. Sektor-sektor potensial seperti pariwisata, pertanian, perikanan, dan UMKM harus mendapatkan perhatian lebih sebagai sumber pendapatan alternatif yang dapat menopang keuangan daerah di masa mendatang. Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan strategi peningkatan investasi yang dapat memberikan dampak positif terhadap pendapatan daerah secara jangka panjang.

Dalam konteks ini, DPRD juga siap untuk mendukung kebijakan-kebijakan strategis yang bertujuan untuk menyeimbangkan APBD agar lebih sehat dan berkelanjutan. Dirwansyah menekankan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap realisasi anggaran dan memastikan bahwa penggunaan dana APBD benar-benar transparan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi yang solid antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan keuangan yang saat ini tengah dihadapi oleh Kabupaten Pasaman Barat.

"Semua pihak harus bekerja sama untuk mengatasi kendala yang ada. Defisit anggaran ini perlu dicarikan solusi yang tepat agar program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu," ujar Dirwansyah dalam rapat gabungan komisi DPRD Pasaman Barat pada Senin (10/2) kemarin. Ia juga mengimbau agar pemerintah daerah lebih cermat dalam melakukan perencanaan dan pengelolaan anggaran, termasuk mencari alternatif sumber pendapatan tambahan guna menutup kekurangan anggaran yang terjadi. Dengan langkah-langkah yang tepat dan kebijakan yang bijak, diharapkan kondisi keuangan Pasaman Barat dapat kembali stabil dan mampu mendukung pembangunan daerah secara optimal.(DS)