
GerakPemerintahan_Dirwansyah selaku Ketua DPRD Pasaman Barat, menegaskan bahwa persoalan realisasi APBD
2024 telah dibahas secara mendalam dalam rapat gabungan komisi
bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Dalam forum tersebut, berbagai
kendala dalam pelaksanaan anggaran diidentifikasi, terutama terkait dengan defisit anggaran
yang menyebabkan tertundanya pencairan dana untuk sejumlah program dan
kegiatan di berbagai OPD. Ia menyoroti pentingnya koordinasi yang lebih erat
antara eksekutif
dan legislatif dalam merancang strategi yang tepat agar penggunaan
APBD lebih efektif dan tidak mengalami ketidakseimbangan keuangan.
Menurut Dirwansyah, kondisi defisit ini harus menjadi perhatian serius
karena dapat berimbas langsung pada pelaksanaan program prioritas daerah. Jika
tidak segera diatasi, berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan
pelayanan publik lainnya bisa terkena dampaknya. Oleh karena
itu, ia mendorong TAPD untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sumber pendapatan
daerah, sekaligus
mengidentifikasi pos-pos anggaran yang masih bisa dioptimalkan agar tidak
terjadi pembengkakan pengeluaran yang tidak terkendali.
Selain itu, Dirwansyah juga mengingatkan bahwa manajemen fiskal yang baik
sangat diperlukan agar anggaran daerah tidak hanya mengandalkan transfer dari pemerintah pusat, tetapi juga dapat diperkuat melalui pengelolaan Pendapatan
Asli Daerah (PAD) yang lebih maksimal. Sektor-sektor potensial
seperti pariwisata,
pertanian, perikanan, dan UMKM harus mendapatkan perhatian
lebih sebagai sumber pendapatan alternatif yang dapat menopang keuangan daerah
di masa mendatang. Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan
strategi peningkatan investasi yang dapat memberikan dampak positif terhadap pendapatan daerah secara
jangka panjang.
Dalam konteks ini, DPRD juga siap untuk mendukung kebijakan-kebijakan strategis
yang bertujuan untuk menyeimbangkan APBD agar lebih sehat dan berkelanjutan.
Dirwansyah menekankan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan ketat
terhadap realisasi anggaran dan memastikan bahwa penggunaan dana APBD benar-benar transparan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi yang solid antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci utama dalam
menghadapi tantangan keuangan yang saat ini tengah dihadapi oleh Kabupaten
Pasaman Barat.
"Semua pihak harus bekerja sama untuk mengatasi kendala yang ada. Defisit anggaran ini perlu
dicarikan solusi yang tepat agar program pembangunan dan
pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu," ujar Dirwansyah dalam rapat
gabungan komisi DPRD Pasaman Barat pada Senin (10/2) kemarin. Ia juga
mengimbau agar pemerintah daerah lebih cermat dalam melakukan perencanaan dan
pengelolaan anggaran,
termasuk mencari alternatif sumber pendapatan tambahan guna menutup
kekurangan anggaran yang terjadi. Dengan langkah-langkah yang tepat dan
kebijakan yang bijak, diharapkan kondisi keuangan Pasaman Barat dapat kembali
stabil dan mampu mendukung pembangunan daerah secara optimal.(DS)