Kunjungi UPZ Desa Marunggi Pariaman, LAZISNA KOTO BARU Siap Berkontibusi Entaskan Kemiskinan Ektrem Di Nagari

Last Update 20 Juli 2024 dasrilsinuruik Gerak Desa


Gerak Koto Baru_Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Shodaqoh Nagari (LAZISNA) Koto Baru mengadakan kegiatan kunjungan atau studi tiru ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Pariaman dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Marunggi. Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari pengelolaan dan pelaporan pemungutan infak dan shodaqoh serta teknik pengembangan yang efektif dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Ketua LAZISNA Koto Baru, Refri Endesta, ST, bersama pengurus lainnya, hadir dalam kegiatan ini. Turut hadir pula Kasi Pemerintahan, Jafriman, yang mewakili PJ Wali Nagari Koto Baru yang berhalangan hadir karena dinas luar daerah. Jafriman juga berperan sebagai bagian administrasi dan pelaporan dalam struktur LAZISNA.

Tujuan dari kegiatan studi tiru ini adalah untuk mempelajari secara mendalam bagaimana BAZNAS Kota Pariaman dan UPZ Desa Marunggi mengelola dan melaporkan kegiatan pemungutan infak dan shodaqoh. Dengan demikian, LAZISNA Koto Baru yang baru dibentuk dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku dalam pengelolaan zakat, infak, dan shodaqoh.

Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Kantor BAZNAS Kota Pariaman, di mana rombongan LAZISNA Koto Baru disambut oleh para pengurus BAZNAS. Di sana, mereka mendapatkan penjelasan mendetail tentang prosedur pengumpulan, pengelolaan, dan distribusi zakat serta infak dan shodaqoh. Mereka juga mempelajari teknik pelaporan yang transparan dan akuntabel."Ya, ini salah satu bentuk komitmen kita, bagaiman nanti Lazisna koto baru siap menjadi bagian dari pemerintahan nagari yang akan selalu mecari solusi demi solusi unutk mengentaskan kemiskinan ekstrem di Nagari yang kita cintai ini" Ujar Bapak Samsul Bahri, S.Pd, M.Pd Pj. Wali Nagari Koto Baru.  

Dari kantor Baznas Kota Pariaman, rombongan melanjutkan kunjungan ke Kantor UPZ di Desa Marunggi, Kota Pariaman. Di sana, mereka mempelajari teknik pengembangan pengelolaan infak dan shodaqoh yang diterapkan oleh UPZ Desa Marunggi. Pengalaman ini diharapkan dapat diaplikasikan di LAZISNA Koto Baru untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan zakat, infak, dan shodaqoh di Nagari Koto Baru.

Setelah kegiatan studi tiru ini, diharapkan LAZISNA Koto Baru dapat berjalan sesuai harapan dan tidak melanggar aturan yang berlaku dalam pengelolaan zakat, infak, dan shodaqoh. "Harapan kami, LAZISNA Koto Baru yang baru dibentuk ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai peraturan. LAZISNA nantinya bisa menjadi jembatan dalam menampung zakat, infak, dan shodaqoh serta mendistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini akan membantu pemerintah Nagari Koto Baru dalam membantu masyarakat kurang mampu di Nagari Koto Baru yang kita cintai ini khususnya," ujar Jafriman.

Ketua LAZISNA, Refri Endesta, ST, juga menambahkan, "Rencana ke depan, kami berharap LAZISNA ini akan menjadi rumah yang menaungi tentang infak dan shodaqoh. Kami akan bertugas mengumpulkan infak dan shodaqoh masyarakat dan kemudian mendistribusikannya kepada yang membutuhkan. Ini adalah langkah nyata dalam membantu masyarakat dan mendukung program pemerintah nagari."

Kegiatan studi tiru ini merupakan langkah awal yang penting bagi LAZISNA Koto Baru dalam membangun sistem pengelolaan zakat, infak, dan shodaqoh yang efektif dan sesuai peraturan. Dengan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, komitmen penuh LAZISNA Koto Baru untuk dapat berkontribusi secara signifikan dalam membantu masyarakat dan mengentaskan kemiskinan ekstem di Nagari Koto Baru.(DS)