
Sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pelayanan kesehatan
dasar dan ketersediaan darah yang aman, Dinas
Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia
(PMI) Pasaman Barat menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi seluruh Puskesmas se-Kabupaten Pasaman
Barat, Senin (27/10).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat
ini mengusung tema:
“Penguatan Peran Puskesmas dalam
Implementasi Program Donor Darah Rutin untuk Mendukung P4K serta Penurunan
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).”
Bimtek dihadiri oleh 20 Kepala Puskesmas dan 20 Penanggung Jawab Kluster Ibu dan Anak
dari seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat. Kegiatan ini
merupakan tindak lanjut dari Nota
Kesepahaman (MoU) antara PMI dan Dinas Kesehatan Pasaman Barat yang
sebelumnya telah ditandatangani sebagai bentuk komitmen bersama dalam
memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak melalui ketersediaan darah yang cukup
dan berkualitas.
“Setetes
Darah Bisa Menyelamatkan Nyawa”
Dalam sambutannya, Ketua PMI Kabupaten Pasaman Barat, Bapak
Risnawanto, SE, menegaskan bahwa permasalahan AKI dan AKB masih menjadi tantangan besar di bidang kesehatan,
termasuk di Pasaman Barat.
“Salah satu penyebab yang sering
kita temui di lapangan adalah keterlambatan penanganan komplikasi persalinan
karena ketiadaan darah yang aman dan tersedia. Padahal, dalam kondisi darurat
obstetri, setetes darah bisa menjadi penentu antara hidup dan mati,” ujar
Risnawanto.
Beliau menekankan bahwa PMI bersama
Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas memiliki tanggung jawab bersama untuk
memastikan ketersediaan darah kapan pun
dan di mana pun dibutuhkan.
“MoU yang kita tandatangani bukan
sekadar dokumen formal, tetapi komitmen moral untuk bergerak bersama,
menyediakan darah yang aman, berkualitas, dan berkesinambungan,” tambahnya.
Dinas
Kesehatan Apresiasi Sinergi PMI–Puskesmas
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman
Barat, dr. Gina Alecia, M.Kes, dalam arahannya menyampaikan apresiasi
kepada PMI atas kolaborasi yang terjalin. Ia menegaskan pentingnya partisipasi
aktif seluruh jajaran Puskesmas dalam gerakan donor darah rutin di lapangan.
“Kami menyampaikan terima kasih
kepada PMI Pasaman Barat yang terus hadir dan berperan aktif dalam program
penurunan AKI dan AKB. Saya meminta seluruh kepala Puskesmas untuk bersinergi
dan bahu membahu bersama PMI dalam melaksanakan donor darah rutin di setiap
Puskesmas,” ujar dr. Gina.
Beliau juga menambahkan bahwa
kegiatan seperti ini merupakan bagian dari penguatan program P4K (Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi),
yang bertujuan memastikan setiap ibu hamil memiliki akses terhadap penanganan
medis darurat, termasuk kebutuhan darah.

Langkah
Nyata untuk Keselamatan Ibu dan Bayi
Melalui Bimtek ini, para peserta
mendapatkan pembekalan tentang mekanisme
pelaksanaan donor darah rutin, penguatan
jejaring antara PMI dan Puskesmas, serta strategi penanganan cepat kebutuhan darah bagi ibu hamil risiko
tinggi.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya
meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan, tetapi juga mendorong tumbuhnya
budaya donor darah sukarela di tengah masyarakat Pasaman Barat.
Dengan adanya kolaborasi yang kuat
antara PMI, Dinas Kesehatan, dan seluruh Puskesmas, diharapkan angka kematian ibu dan bayi di Pasaman Barat
dapat terus ditekan. Sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk
mewujudkan masyarakat yang sehat, tangguh, dan peduli terhadap sesama.(DS)