
GerakDesa_Suasana haru menyelimuti Mushalla
Kampuang Padang Laweh, Jorong Harapan, Nagari Sinuruik, pada Sabtu (7/3/2026).
Di tengah bulan suci Ramadan yang penuh berkah, masyarakat yang beberapa waktu
lalu dilanda duka akibat bencana tanah longsor kembali merasakan kehangatan
kebersamaan. Hari itu, tim PP LazisNU yang dipimpin oleh Ibu Okta datang bersilaturahmi sekaligus
menyerahkan bantuan bagi warga terdampak bencana.
Kunjungan tersebut tidak hanya
membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan semangat dan penguatan bagi
masyarakat yang masih menyimpan luka atas musibah yang terjadi di penghujung
tahun 2025. Kegiatan yang dipusatkan di mushalla kampung tersebut turut
didampingi oleh LazisNU Pasaman Barat
di bawah komando Dr. Mita Fitria. Sejak selepas salat Ashar, masyarakat mulai
berkumpul dengan penuh antusias, menyambut rombongan yang datang membawa
kepedulian.
Dalam kegiatan itu, sebanyak 40 paket peralatan ibadah diserahkan kepada masyarakat penerima manfaat. Bantuan juga diberikan kepada anak-anak berupa 40 paket perlengkapan sekolah. Ada harapan tertompang tentunya, bantuan ini agar dilihat bukan sekadar barang, tetapi juga menjadi tanda bahwa mereka tidak sendiri menghadapi masa sulit.

Beberapa waktu lalu, Kampuang Padang
Laweh memang dilanda bencana tanah longsor yang menyisakan duka mendalam.
Peristiwa itu merenggut lima nyawa warga, menghanyutkan tiga rumah, serta
menghilangkan belasan hektare sawah yang selama ini menjadi sumber penghidupan
masyarakat. Luka itu masih terasa, namun kehadiran para sahabat dari LazisNU
seakan menjadi penawar bagi kesedihan yang masih tersisa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MWC NU Kecamatan Talamau, Maifal, S.Pd.I, serta Ketua Ansor Kecamatan Talamau, Ahmad Dayat, S.Pd. Kehadiran para tokoh ini semakin mempererat suasana kebersamaan antara masyarakat dan keluarga besar Nahdlatul Ulama yang datang menguatkan.

Dalam sambutannya, Ibu Okta yang
mewakili tim PP LazisNU Pusat
menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari kepedulian Nahdlatul
Ulama terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. Ia juga menyampaikan
permohonan maaf karena rombongan tidak dapat berlama-lama membersamai warga
karena harus melanjutkan perjalanan menuju daerah lain di Sumatera Barat yang
juga terdampak bencana.
Dengan suara yang penuh empati, ia
menyampaikan pesan yang menyentuh hati masyarakat.
“Mohon maaf bapak dan ibu, kami tidak bisa lama-lama membersamai kegiatan ini karena setelah ini kami akan langsung bertolak menuju Agam. Semoga bantuan ini menjadi pelipur atas bencana yang terjadi di kampung kita. Kami dari NU melalui LazisNU akan terus membersamai. Jangan bersedih, kita akan selalu bersama-sama. InsyaAllah di setiap musibah selalu ada hikmah, dan semoga melalui pertemuan ini menjadi jembatan hati bagi kita semua,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LazisNU Pasaman Barat, juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran tim LazisNU pusat yang telah menyempatkan diri datang langsung ke Pasaman Barat. Ia berharap kebersamaan ini tidak berhenti sampai di sini.
“Terima kasih kepada tim LazisNU
pusat yang telah sampai ke Bumi Tuah Basamo Pasaman Barat. Semoga ini bukan
yang pertama dan terakhir. Kami tentu akan selalu merindukan kedatangan Ibu
Okta dan tim di momen-momen berikutnya,” tuturnya.
Ucapan terima kasih juga datang dari Ketua MWC NU Kecamatan Talamau, Maifal, S.Pd.I. Ia berharap perhatian dan kepedulian dari Nahdlatul Ulama terus mengalir bagi masyarakat yang membutuhkan. Kita siap mesukseskan program-program NU untuk terus hadir di tengah-tengah masyarakat.
Hal yang sama juga disampaikan oleh
pihak Pemerintahan Nagari Sinuruik, melalui Sekretaris Nagari, Dasril. B, S.Pd menyampaikan
rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan LazisNU kepada
masyarakat nagari sinuruik, khususnya kampuang Padang Laweh.
“Semoga kunjungan dan bantuan yang dibawa PB LazisNU hari ini, menjadi sitawa sidingin penyejuk hati bagi warga yang tengah bangkit dari kesedihan akibat bencana beberapa waktu yang lalu”.

Kegiatan kemudian ditutup dengan
tausiah oleh ustaz yang difasilitasi oleh PB LazisNu hingga 4 malam kedepan,
mengajak masyarakat untuk tetap bersabar dan saling menguatkan. Doa bersama pun
dipanjatkan, memohon agar musibah yang telah terjadi menjadi pelajaran dan
hikmah, serta agar masyarakat Nagari Sinuruik diberikan kekuatan untuk bangkit
kembali.
Di tengah luka yang belum sepenuhnya sembuh, kebersamaan sore itu menjadi pengingat bahwa di balik setiap musibah selalu ada tangan-tangan yang datang membawa harapan. Ramadhan di Kampuang Padang Laweh sore itu terasa lebih hangat, karena kepedulian dan kebersamaan yang telah menyatukan hati banyak orang.(DS)