Rembuk Stunting Nagari Sinuruik Tahun 2024_ Kolaborasi Seluruh Stakeholder Adalah Kunci Sukses Pengentasan Stunting

10 Agustus 2024 dasrilsinuruik Gerak Desa


Pada hari ini, kamis tangal 1 agustus Pemerintah Nagari Sinuruik melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting tahun 2024 sebagai bagian dari upaya percepatan dan pencegahan stunting di Nagari. Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai elemen penting ini, termasuk Forkompincam Kecamatan Talamau, Kepala Puskesmas, Wali Nagari Sinuruik, perangkat nagari, Bamus, TP.PKK, Bidan Desa, KPM, Kader Posyandu, Pendamping Desa, Babinkamtibmas, dan Babinsa, menjadi langkah strategis dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nagari Sinuruik tahun 2025.

Rembuk Stunting ini merupakan amanat dari Pemerintah Pusat dan Kabupaten, yang menginstruksikan pemerintah desa untuk memprioritaskan penggunaan dana desa tahun 2024 bagi pencegahan dan penanganan stunting. Program ini harus dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi lintas sektor, mengingat urgensi persoalan stunting sebagai salah satu komitmen pemerintah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Wali Nagari Sinuruik, Bapak Frianton membuka kegiatan dengan membahas konvergensi percepatan dan pencegahan stunting di Nagari Sinuruik. Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk mengurangi angka gagal tumbuh anak. “Semoga ke depannya stunting di Nagari Sinuruik akan terus berkurang. Mari kita bersama-sama berkomitmen penuh mengentaskan stunting, agar tumbuh kembang anak tidak terhambat,” ujar Bapak Frianton yang nyentrik dengan gaya khas rambut panjangnya.


Kepala Puskesmas, Bapak Rafki, dalam sambutannya, memberikan apresiasi atas komitmen pemerintahan Nagari Sinuruik dalam mengatasi stunting. Ia juga berharap agar program Sustpadi dapat mengakomodasi data anak-anak dengan gizi kurang dan berat badan kurang. “Kita melihat program Sustpadi dengan data yang terafiliasi pada aplikasi Gesit Stunting sangat efektif dalam penanganan stunting di Nagari Sinuruik. Namun, harapan saya agar data anak gizi kurang dan berat badan kurang juga dimasukkan dalam daftar penerima program tersebut,” ujarnya.

Antusiasme para peserta terlihat dari banyaknya saran dan masukan yang diberikan oleh Kader Posyandu, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya. Mereka menekankan pentingnya peningkatan fasilitas dan pelayanan Posyandu. Selanjutnya hal yangvtak kalah seru dalam diskusi rembuk stunting nagari Sinuruik kali ini adalah langkah-langkah untuk meningkatkan kesadaran ibu-ibu dalam membawa bayi dan balitanya ke Posyandu untuk memantau tumbuh kembang anak mereka.

Rembuk Stunting ini bukan hanya sekadar kegiatan formal, melainkan menjadi simbol komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk memastikan masa depan yang lebih sehat bagi anak-anak di Nagari Sinuruik. Dengan kolaborasi yang kuat, angka stunting di Nagari Sinuruik akan terus menurun, dan hal ini adalah suatu hal yang sangat bagus menuju kehidupan yang lebih baik bagi generasi sinuruik dimasa mendatang.(DS)