
Gerak Desa_Pada hari ini, Rabu 24 Juli tahun 2024 PKK Nagari Koto Baru dengan bangga
menggelar kegiatan Sosialisasi Konsumsi Pangan B2SA (Beragam, Bergizi,
Seimbang, dan Aman) di Mesjid Al-AZHAR Jorong Simpang Tigo. Acara ini
diselenggarakan dengan anggaran sebesar 60 juta rupiah yang bersumber dari dana
DEKON BAPANAS, yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan masyarakat dalam
menentukan kualitas konsumsi pangan, serta memberikan pemahaman pentingnya
konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Sosialisasi ini
menargetkan 40 peserta, terutama kelompok dasa wisma, ibu hamil, ibu menyusui,
dan anak balita gizi kurang.
Acara sosialisasi ini dihadiri oleh Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera
Barat, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pasaman Barat, Kadis DPMN Kabupaten
Pasaman Barat, Pj Wali Nagari Koto Baru beserta perangkat nagari, Ketua Bamus
Nagari Koto Baru, Plt. Kepala Jorong se-Nagari Koto Baru, Kepala Puskesmas
Ophir Kecamatan Luhak Nan Duo, bidan jorong se-Nagari Koto Baru, Ketua PKK
Kecamatan Luhak Nan Duo, Ketua PKK Nagari Koto Baru, kader posyandu, serta
tokoh adat, agama, pemuda, dan masyarakat. Mereka berkumpul untuk mendukung
upaya ini dalam menciptakan generasi Koto Baru yang sehat, aktif, dan produktif.
Dalam sambutannya, Wali Nagari Koto Baru Bapak Samsul Bahri, S.Pd, M.Pd menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari program pencegahan stunting di nagari tersebut. "Masih terdapat angka stunting di Nagari Koto Baru ini. Kegiatan ini tidak hanya sosialisasi, tetapi juga memberikan makanan bergizi, beragam, seimbang, dan aman kepada 40 anak beserta ibu menyusui dan hamil. Ini adalah kegiatan yang kedua kalinya yang didukung oleh anggaran Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat yang difasilitasi oleh Dinas Pangan Pasaman Barat," ujar Wali Nagari.

Salah satu peserta sosialisasi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada
pemerintah atas terselenggaranya kegiatan ini. "Kami sebagai masyarakat
sangat berterima kasih kepada pemerintah. Kegiatan ini sangat membantu kami mendapatkan
pengetahuan yang bisa diterapkan di rumah agar anak-anak kami terhindar dari
stunting," ungkap perwakilan peserta sosialisasi.
Pemerintah Nagari Koto Baru sangat mengapresiasi kegiatan ini dan siap untuk
terus mendukung kegiatan serupa demi mewujudkan generasi yang sehat menuju
Indonesia Emas 2045. "Kami siap untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan demi
anak-anak kita yang terbebas dari Stunting menuju Indonesia Emas," tegas Jafriman,
Kasi pemerintahan Nagari Koto Baru yang juga hadir pada acara tersebut
mendampingi Wali Nagari.
Sosialisasi Konsumsi Pangan B2SA di Nagari Koto Baru merupakan bagian dari upaya strategis dalam mengatasi masalah stunting yang masih menjadi tantangan di wilayah tersebut. Dalam kegiatan ini, tidak hanya diberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga praktek langsung mengenai penyediaan dan penyajian makanan yang memenuhi standar B2SA. Peserta diberikan contoh menu dan cara memasak yang mudah diterapkan di rumah masing-masing oleh seluruh peserta.

Pict. Wali Nagari Koto Baru
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Barat menekankan bahwa
kegiatan ini merupakan bagian dari program jangka panjang untuk membangun
ketahanan pangan yang kokoh di masyarakat. "Dengan gizi yang baik, kita
bisa mempersiapkan generasi masa depan yang lebih unggul dan siap menghadapi
tantangan global. Ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045," katanya.
Sebagai bagian dari kegiatan, juga dilakukan penyerahan bantuan bahan pangan
kepada peserta yang terdiri dari Ibu-ibu hamil, menyusui, dan anak balita gizi
kurang menerima paket makanan bergizi yang beragam, seimbang, dan aman. Selain
itu, diadakan demo masak oleh para ahli gizi dari Dinas Pangan yang menunjukkan
cara mengolah bahan pangan lokal menjadi menu yang bergizi dan menarik bagi
anak-anak.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan
kegiatan ini dapat membawa perubahan positif dan menciptakan generasi penerus
yang lebih baik dan bebas dari stunting tentunya. Program ini tidak hanya
memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga investasi jangka panjang bagi
kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Nagari Koto Baru.(DS)