"Malapeh Kawua Padi" Lestarikan Pusako Usang Dan Jalin Kebersamaan Di Nagari Tabek Sirah Talu"

15 Juli 2024 dasrilsinuruik Gerak Desa


Dalam upaya melestarikan tradisi dan meningkatkan keimanan serta ketakwaan masyarakat, acara "Malapeh Kawua Padi Se-Nagari Tabek Sirah Talu" sukses diselenggarakan di Mesjid Raya Nurul Iman. Dengan tema "Melestarikan Pusako Usang untuk Mencari Ridho Allah SWT," kegiatan ini mengundang antusiasme tinggi dari warga Nagari Tabek Sirah Talu.

Acara yang dilaksanakan pada Senin, 15 Juli 2024 ini dihadiri oleh sekitar 150 undangan. Berbagai kalangan terlibat dalam penyelenggaraan acara ini, mulai dari panitia "Malapeh Kawua," Karang Taruna, hingga mahasiswa KKN dari Universitas Negeri Padang (UNP). Dengan anggaran yang bersifat swadaya masyarakat, dimana diantaranya berasal dari sumbangan masyarakat, anggota Tarojuah, serta pemerintahan Nagari Tabek Sirah Talu, acara ini berjalan lancar dan meriah.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bpk. H. Hamsuardi Bupati Kabupaten Pasaman Barat. Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan harapannya agar areal persawahan di Nagari Tabek Sirah Talu dapat lebih dimaksimalkan dengan penanaman dua kali setahun. "Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan, bantuan yang telah disiapkan pemerintah seperti pupuk bersubsidi dan sarana lainnya tidak akan terserap maksimal oleh masyarakat, sehingga dapat mengakibatkan kerugian besar bagi pemerintah dan masyarakat itu sendiri," ujar Bapak Bupati dalam sambutannya.


Wali Nagari Tabek Sirah Talu, Refqi Jufri, A.Md, di dalam kesempatan ini juga menyampaikan harapannya, agar kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan Nagari. "Kami berharap acara ini dapat terus terlaksana setiap tahunnya dan program-program pemerintah dapat berjalan sesuai harapan," ungkapnya. Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Sekretaris Nagari, Nurman, S.Sos, didampingi oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat, Mariandika Saputra, S.Kom.

Kegiatan "Malapeh Kawua Padi" ini diharapkan dapat terus menjadi tradisi dan agenda tahunan di Nagari Tabek Sirah Talu. Dengan demikian, selain melestarikan budaya dan tradisi, kegiatan ini juga dapat mempererat hubungan silaturrahmi dan menjadi wadah untuk menjalin kebersamaan ditengah-tengah masyarakat.(DS)