SMAN 1 Talamau Gelar Kegiatan Pembuatan Batik Ikat Celup_Untuk Kreativitas Siswa, Sekolah Siap 100%

Last Update 09 Agustus 2024 dasrilsinuruik Gerak Literasi, Pendidikan Dan Budaya

Gerak Pendidikan_Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Talamau terus berupaya menggali potensi dan kreativitas siswa-siswinya melalui kegiatan yang inovatif dan edukatif. Pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2024/2025, siswa kelas Fase F berkesempatan mengikuti kegiatan Pembuatan Batik Ikat Celup, yang berlangsung pada minggu ke-3 dan ke-4 di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini diselenggarakan di dalam jam pelajaran dengan bimbingan langsung dari Ibu Yolla Meiranda, S.Pd., selaku guru mata pelajaran. Proses pembuatan batik ini difasilitasi oleh sekolah dengan menyediakan kompor untuk memanaskan air, yang merupakan salah satu media penting dalam proses pewarnaan kain.

Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan batik ikat celup ini mencakup kain putih berukuran 1x1,5 meter, kelereng, koin logam, batu, karet gelang, tali rafia, pewarna tekstil, air, dan garam. Sebagian besar bahan ini dibawa oleh siswa dari rumah, sementara sekolah menyediakan alat-alat yang diperlukan. Proses kreatif ini memberikan siswa kesempatan untuk menerapkan teknik-teknik ikat dan celup yang menghasilkan motif-motif unik pada kain yang nantinya akan dijadikan taplak atau alas meja.

  

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menggali dan mengembangkan kreativitas siswa dalam memberikan motif beragam pada kain. Dengan motif dan corak yang berbeda-beda, hasil karya ini diharapkan dapat mencerminkan keunikan setiap siswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Kepala Sekolah SMAN 1 Talamau, Ibu Wesmi, S.Pd., memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. "Apapun itu, untuk pengembangan kreativitas anak-anak, kita akan support 100%," ucap Ibu Wesmi dengan penuh semangat. Beliau menyampaikan bahwa sekolah selalu siap mendukung kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan kreativitas siswa dan siswi, baik dari segi penyediaan sarana dan prasarana maupun dukungan moral.

Lebih lanjut, Ibu Wesmi mengungkapkan rencana dan harapan kedepan terkait kegiatan ini. "Hasil karya anak-anak ini akan digunakan sebagai taplak meja di setiap kelas maupun di ruang guru. Tidak tertutup kemungkinan, kami akan menjadikan kegiatan ini berkelanjutan, mungkin merancang kain yang sudah dibatik ini menjadi sebuah kostum yang menarik," ujar beliau dengan mantap sambil menutup pembicaraan kami.

Dengan adanya kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan ilmu baru tentang pembuatan batik saja, tetapi juga didorong untuk mengekspresikan diri melalui karya seni yang memiliki nilai guna. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan di SMAN 1 Talamau, sehingga siswa bisa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermanfaat tentunya.(DS)