
Gerak Pendidikan_Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1
Talamau terus berupaya menggali potensi dan kreativitas siswa-siswinya melalui
kegiatan yang inovatif dan edukatif. Pada semester ganjil Tahun Pelajaran
2024/2025, siswa kelas Fase F berkesempatan mengikuti kegiatan Pembuatan Batik
Ikat Celup, yang berlangsung pada minggu ke-3 dan ke-4 di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini diselenggarakan di dalam jam pelajaran dengan bimbingan
langsung dari Ibu Yolla Meiranda, S.Pd., selaku guru mata pelajaran. Proses
pembuatan batik ini difasilitasi oleh sekolah dengan menyediakan kompor untuk
memanaskan air, yang merupakan salah satu media penting dalam proses pewarnaan
kain.
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan batik ikat celup ini mencakup kain putih berukuran 1x1,5 meter, kelereng, koin logam, batu, karet gelang, tali rafia, pewarna tekstil, air, dan garam. Sebagian besar bahan ini dibawa oleh siswa dari rumah, sementara sekolah menyediakan alat-alat yang diperlukan. Proses kreatif ini memberikan siswa kesempatan untuk menerapkan teknik-teknik ikat dan celup yang menghasilkan motif-motif unik pada kain yang nantinya akan dijadikan taplak atau alas meja.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menggali dan mengembangkan
kreativitas siswa dalam memberikan motif beragam pada kain. Dengan motif dan
corak yang berbeda-beda, hasil karya ini diharapkan dapat mencerminkan keunikan
setiap siswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Kepala Sekolah SMAN 1 Talamau, Ibu Wesmi, S.Pd., memberikan dukungan penuh
terhadap kegiatan ini. "Apapun itu, untuk pengembangan kreativitas
anak-anak, kita akan support 100%," ucap Ibu Wesmi dengan penuh semangat.
Beliau menyampaikan bahwa sekolah selalu siap mendukung kegiatan yang
berhubungan dengan pengembangan kreativitas siswa dan siswi, baik dari segi
penyediaan sarana dan prasarana maupun dukungan moral.
Lebih lanjut, Ibu Wesmi mengungkapkan rencana dan harapan kedepan terkait
kegiatan ini. "Hasil karya anak-anak ini akan digunakan sebagai taplak
meja di setiap kelas maupun di ruang guru. Tidak tertutup kemungkinan, kami
akan menjadikan kegiatan ini berkelanjutan, mungkin merancang kain yang sudah dibatik
ini menjadi sebuah kostum yang menarik," ujar beliau dengan mantap sambil
menutup pembicaraan kami.
Dengan adanya kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan ilmu baru tentang pembuatan batik saja, tetapi juga didorong untuk mengekspresikan diri melalui karya seni yang memiliki nilai guna. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan di SMAN 1 Talamau, sehingga siswa bisa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermanfaat tentunya.(DS)