Zahra Ditemukan Selamat, Jumlah Korban Hilang Pada Bencana Longsor Batang Tinggam Berkurang Menjadi Lima Orang

Last Update 29 November 2025 dasrilsinuruik Gerak Desa


Nagari Sinuruik, Talamau_Memasuki hari kedua pascalongsor yang melanda Kampuang Batang Tinggam, Jorong Harapan Tinggam, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau. Seorang anak bernama Zahra (5 tahun), yang sebelumnya tercatat sebagai salah satu dari enam korban hilang, akhirnya dipastikan ditemukan dalam keadaan selamat.

Kabar gembira ini disampaikan oleh Putra, mamak (paman) dari Zahra, pada Jumat malam, 29 November 2025, setibanya ia bersama rombongan pengungsi dari arah Bateh Somuik menuju pos pengungsian Jorong Harapan Tinggam. Putra secara langsung menyampaikan informasi tersebut kepada Maifal, Kepala Jorong Harapan Tinggam, bahwa Zahra berada bersama mereka saat mengungsi, sehingga tidak termasuk korban yang masih dalam pencarian.

Baca juga : Kebiasaan Kecil Yang Berdampak Besar Terhadap Penyelamatan Lingkungan

Zahra merupakan cucu dari Darmawi, salah satu warga yang terdampak bencana. Sang ibu diketahui telah meninggal dunia beberapa waktu lalu, sehingga kabar ditemukannya Zahra dalam kondisi selamat menjadi berkah tersendiri bagi keluarga dan warga yang sedang berduka.

Jumlah Hilang Jadi Lima Orang

Dengan kepastian ini, jumlah korban yang sebelumnya dinyatakan hilang dalam tragedi longsor tersebut berkurang dari enam orang menjadi lima orang. Tim gabungan yang terdiri dari SAR, BPBD, TNI, Polri dan masyarakat setempat tetap melanjutkan pencarian terhadap lima korban lainnya yang masih belum ditemukan.

Kepala Jorong Harapan Tinggam, Maifal, menyampaikan bahwa laporan terbaru ini telah diteruskan kepada pihak pemerintah nagari dan tim penanganan bencana untuk memperbarui data resmi korban. Ia mengimbau warga agar terus melaporkan informasi apa pun terkait keluarga atau kerabat yang berpindah tempat saat kejadian guna memastikan pendataan berjalan akurat.

Upaya pencarian di lokasi longsor masih dilakukan secara intensif meski medan sulit dan cuaca tidak menentu. Sementara itu, ratusan warga yang terdampak masih bertahan di pos-pos pengungsian, menunggu kondisi wilayah kembali aman.(DS)