Brigade Pangan Tuah Talamau, Siap Jadi Motor Penggerak Regenerasi Petani Dan Swasembada Pangan Di Pasaman Barat



GerakEkonomi_Brigade Pangan (BP) Tuah Talamau yang diprakarsai oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Talamau resmi berdiri sejak 13 Juli 2025. Program ini merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Pertanian yang berfokus pada pemberdayaan generasi muda di sektor pertanian, sebagai upaya menjawab rendahnya minat pemuda terhadap dunia tani.

Pembentukan Brigade Pangan ini berlandaskan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pendayagunaan Penyuluh Pertanian dalam rangka Percepatan Swasembada Pangan. BP Tuah Talamau tercatat sebagai Brigade Pangan pertama di Sumatera Barat sekaligus menjadi cikal bakal pengembangan program serupa di daerah lain.

Baca Juga : Panen Perdana Kelompok Tani Solok Sepakat, Komitmen PPL Talamau Dukung Swasembada Pangan Nasional

Refqi Jufri, salah seorang penyuluh pertanian Kecamatan Talamau, menyampaikan bahwa kehadiran Brigade Pangan menjadi tonggak penting dalam pembangunan pertanian daerah.

“Dengan dibentuknya BP Tuah Talamau, tentu akan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan cita-cita kita menjadikan Talamau sebagai lumbung pangan Kabupaten Pasaman Barat. Sejatinya, kita sudah memiliki modal berupa lahan sawah yang luas,” ujarnya.

Sementara itu, Dino Hermanto, penyuluh pertanian lapangan (PPL) muda Talamau, menyoroti masih rendahnya indeks pertanaman (IP) di wilayah tersebut.

“PR utama kita adalah IP tanam yang rata-rata masih satu kali dalam setahun. Beberapa kelompok memang sudah dua kali tanam, tetapi baru sekitar 40 persen dari total areal. Dengan adanya BP ini, kita optimistis percepatan IP dua kali tanam bisa segera terwujud,” ungkapnya.

Saat ini, Brigade Pangan Tuah Talamau memiliki tugas pokok dan fungsi dalam pengelolaan sekitar 200 hektare lahan sawah. Melalui sinergi antara BP, penyuluh pertanian, dan Pemerintahan Nagari, ditargetkan percepatan tanam Musim Tanam (MT) I tahun 2026 dapat mencapai total luasan 1.600 hektare.


Namun demikian, upaya tersebut tidak lepas dari tantangan. Salah satu permasalahan utama di hamparan sawah Talamau adalah tingginya serangan hama tikus yang tergolong wilayah endemik. Penanganan hama menjadi fokus penting dalam mendukung keberhasilan program percepatan tanam.

Baca Juga : Nagari Sinuruik Jadi Pelopor Penggunaan Sistem CAT Dalam Seleksi Perangkat Nagari Di Sumatera Barat

Ketua Brigade Pangan Tuah Talamau, Miftahul Fimri, berharap seluruh pihak dapat terus memperkuat kolaborasi demi tercapainya swasembada pangan di daerah.

“Melalui sinergi antara kementerian, pemerintah daerah, pemerintah nagari, dan kelompok tani, kami yakin cita-cita mulia ini bisa terwujud. Tentunya kami sangat membutuhkan dukungan penuh dan kebersamaan untuk menjadikan Talamau sebagai lumbung pangan Kabupaten Pasaman Barat,” tuturnya.

Dengan hadirnya Brigade Pangan Tuah Talamau, diharapkan lahir generasi muda pertanian yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing. Program ini tidak hanya menjadi solusi regenerasi petani, tetapi juga menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan di Pasaman Barat.(DS)