
GerakDesa_Bencana
banjir dan longsor yang melanda Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten
Pasaman Barat, kini telah memasuki hari keenam,
Minggu, 30 November 2025. Alih-alih membaik,
kondisi di lapangan justru semakin memprihatinkan. Warga mulai menghadapi krisis logistik dan energi, serta terputusnya akses jalan dan jaringan komunikasi.
Laporan dari berbagai jorong menunjukkan bahwa
masyarakat kini kesulitan memperoleh kebutuhan pokok yang mendesak, seperti:
·
Logistik dan sembako
·
Gas LPG
untuk memasak
·
Minyak untuk
kebutuhan operasional posko dan rumah tangga
·
Listrik, yang sejak hari pertama bencana
mengalami pemadaman total
Akses jalan menuju Nagari Sinuruik masih terputus total, menyebabkan bantuan belum bisa menjangkau wilayah terdampak. Kondisi ini membuat posko-posko bencana bekerja dalam keterbatasan ekstrim. Bahkan beberapa peralatan darurat seperti genset dan kendraan bermotor mulai tidak dapat berfungsi karena kehabisan bahan bakar.
Di tengah situasi darurat ini, suara
ketidakpuasan dan protes dari masyarakat mulai menguat. Warga menilai penanganan bencana berjalan lamban dan belum menunjukkan
langkah konkret untuk membuka akses maupun menyalurkan bantuan darurat. Banyak
yang merasa ditinggalkan dan berjuang sendiri menghadapi bencana besar yang
melanda nagari mereka.
“Sudah hampir satu minggu kami terisolasi. Tidak ada sinyal, tidak ada listrik, logistik habis, dan bantuan belum masuk karena akses belum terbuka. Ada bantuan yang masuk namun sedikit, Sampai kapan kami harus menunggu?” keluh beberapa warga di Talamau.

Posko Bencana Sinuruik/Talamau mengimbau
kepada pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan para dermawan untuk segera membantu
kebutuhan mendesak warga. Bantuan langsung dapat dialokasikan berupa sembako,
air minum, LPG, minyak, perlengkapan bayi, dan dukungan operasional posko.
Bagi para donatur atau lembaga yang ingin
mengirimkan bantuan, dapat menghubungi Contact Person Posko
Bencana Sinuruik/Talamau:
???? 0853 5629 0302 (Dedi)
Situasi di Nagari Sinuruik saat ini membutuhkan respon cepat, terukur, dan kolaboratif. Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pusat segera mengambil langkah strategis untuk membuka akses, mengerahkan alat berat, serta mengirimkan bantuan darurat sebelum kondisi semakin memburuk.(DS)