
GerakDesa_Belum
tuntas penanganan longsor sebelumnya, wilayah Rimbo Kejahatan di Nagari Kajai
kembali diguncang longsor susulan pada Minggu, 30 November 2025,
pukul 13.30 WIB. Material
tanah dan batu kembali meluncur, menambah panjang daftar titik bencana di
Kecamatan Talamau.
Longsor terbaru ini terjadi di titik yang berada sebelum lokasi longsor pertama dari arah Simpang
Empat, sehingga
jalur utama kembali tertutup total. Tim gabungan yang sedari awal berjibaku
membuka akses kini menghadapi beban kerja yang semakin berat, karena longsoran
baru menghambat upaya penanganan pada titik sebelumnya.
Warga mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas rangkaian longsor yang tak kunjung berhenti sejak lima hari terakhir. “Belum selesai yang pertama, datang lagi yang baru. Kami benar-benar dalam kondisi darurat,” ujar salah seorang relawan di lapangan.
Baca juga : Hari Keenam Pasca TDB Pasaman Barat_Warga Mulai Krisis Logistik, Energi, Dan Komunikasi Di Talamau
Hingga hari ini, rangkaian bencana banjir dan
longsor di Kecamatan Talamau telah merenggut sedikitnya enam
korban jiwa dan membuat ratusan warga kehilangan
rumah dan tempat tinggal.
Banyak keluarga yang hingga kini masih bertahan di posko-posko pengungsian
dengan kondisi logistik yang terbatas dan akses jalan yang terputus di berbagai
titik.
Peristiwa longsor susulan ini memperkuat
desakan warga agar pemerintah daerah dan pusat segera memberikan perhatian khusus terhadap bencana di Talamau. Selain
perlunya pengerahan alat berat tambahan, warga juga menilai kebijakan tanggap
darurat dan distribusi bantuan harus dilakukan secara lebih cepat dan
terkoordinasi.
“Ini bukan lagi kejadian biasa. Talamau butuh
status darurat bencana yang ditindaklanjuti dengan langkah serius dan cepat,
karena kita dalam kondisi terisolir” ungkap tokoh masyarakat setempat.
Dengan cuaca yang masih tidak menentu dan potensi longsor susulan yang tinggi, warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan strategis untuk membuka akses, mengevakuasi wilayah rawan, serta memperkuat dukungan logistik bagi ribuan jiwa yang terdampak.(DS)